Tanda-Tanda Akhir Zaman



Assalamualaikum wr wb
Setelah Imam Mahdi satu penanda besar hari kiamat yang akan muncul adalah Dajjal. Dia berasal dari manusia dan merupakan sosok nyata. Kemunculan akan didahului degan sejumlah peristiwa besar. Di antara kewajiban seorang muslim adalah beriman kepada hari akhir dan apa yang akan terjadi sebelum dan setelahnya. Hari kiamat tidak ada yg mengetahui kapan terjadi kecuali Allah Subhanahu wa Ta’ala. Jibril ‘alaihissalam berta kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:فَأَخْبِرْنِي عَنْ السَّاعَةِ. قَالَ: مَا الْمَسْئُوْلُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ مِنْ السَّائِلِ

“Kabarkanlah kepadaku kapan terjadi hari kiamat?” Rasulullah menjawab “Orang yg ditanya tidak lebih tahu dari bertanya.”

Meskipun tidak ada yg mengetahui kecuali Dia namun Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya telah menerangkan tanda-tanda yang akan muncul sebelum terjadinya. Tanda-tanda hari kiamat ada dua shugra dan kubra.

Tanda kiamat shugra banyak jumlah Di antara yg disebutkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dlm hadits Jibril:

قَالَ: فَأَخْبِرْنِي عَنْ أَمَارَتِهَا. قَالَ: أَنْ تَلِدَ اْلأَمَةُ رَبَّتَهَا وَأَنْ تَرَى الْحُفَاةَ الْعُرَاةَ الْعَالَةَ رِعَاءَ الشَّاءِ يَتَطَاوَلُوْنَ فِي الْبُنْيَانِ

“ berkata: Kabarkan kepadaku tentang tanda-tandanya. Rasulullah menjawab: Budak perempuan melahirkan tuan dan kamu lihat orang yang tak mengenakan busana kaki dan tak mengenakan busana badan penggembala kambing berlomba-lomba meninggikan bangunan.”

Adapun tanda kiamat kubra di antara disebutkan dlm hadits Hudzaifah bin Usaid Al-Ghifari radhiyallahu ‘anhu:

اطَّلَعَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَيْنَا وَنَحْنُ نَتَذَاكَرُ. فَقَالَ: مَا تَذَاكَرُوْنَ؟ قَالُوا: نَذْكُرُ السَّاعَةَ. قَالَ: إِنَّهَا لَنْ تَقُوْمَ حَتَّى تَرَوْنَ قَبْلَهَا عَشْرَ آيَاتٍ. فَذَكَرَ الدُّخَانَ وَالدَّجَّالَ وَالدَّابَّةَ وَطُلُوْعَ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا وَنُزُوْلَ عِيْسَى ابْنِ مَرْيَمَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ وَيَأَجُوْجَ وَمَأْجُوْجَ وَثَلاَثَةَ خُسُوْفٍ خَسْفٌ بِالْمَشْرِقِ وَخَسْفٌ بِالْمَغْرِبِ وَخَسْفٌ بِجَزِيْرَةِ الْعَرَبِ وَآخِرُ ذَلِكَ نَارٌ تَخْرُجُ مِنْ الْيَمَنِ تَطْرُدُ النَّاسَ إِلَى مَحْشَرِهِمْ

Rasulullah melihat kami ketika kami tengah berbincang-bincang. Beliau berkata: “Apa yg kalian perbincangkan?” Kami menjawab: “Kami sedang berbincang-bincang tentang hari kiamat.” Beliau berkata: “Tidak akan terjadi hari kiamat hingga kalian lihat sebelum sepuluh tanda.” Beliau menyebutkan: “Dukhan Dajjal Daabbah terbit matahari dari barat turun ‘Isa ‘alaihissalam Ya’juj dan Ma’juj dan tiga khusuf di timur di barat dan di jazirah Arab yg terakhir adalah api yang keluar dari Yaman mengusir mereka ke tempat berkumpul mereka.”

Di antara tanda kiamat kubra yang termaktub dlm hadits di atas adalah keluar Dajjal. Pembahasan masalah keluar Dajjal merupakan pembahasan penting disebabkan beberapa faktor yg disebutkan Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu: Banyak orang yang menisbatkan diri kepada ilmu dan dakwah meragukan akan turun Nabi Isa ‘alaihissalam dan terbunuh Dajjal. Kebanyakan manusia tidak terbiasa membicarakan masalah keluar Dajjal dan turun ‘Isa bin Maryam ‘alaihissalam.

Siapa Dajjal?
Secara bahasa:
Disebutkan oleh Al-Imam Al-Qurthubi rahimahullahu dlm kitab beliau At-Tadzkirah bahwa lafadz Dajjal dipakai untuk sepuluh makna. Di antaranya: Kadzdzab Mumawwih . Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullahu mengatakan: “Dikatakan demikian karena dia adalah manusia yg paling besar penipuannya.”
Dalam istilah syar’i:
Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullahu mengatakan: “Seorang laki2 pendusta yg keluar di akhir zaman mengaku sebagai Rabb.”

Peringatan akan Keluar Dajjal
Para nabi telah memperingatkan akan keluar Dajjal. Diriwayatkan dari Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma dia berkata:

قَامَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي النَّاسِ فَأَثْنَى عَلَى اللهِ بِمَا هُوَ أَهْلُهُ ثُمَّ ذَكَرَ الدَّجَّالَ فَقَالَ: إِنِّي أُنْذِرُكُمُوْهُ وَمَا مِنْ نَبِيٍّ إِلاَّ قَدْ أَنْذَرَهُ قَوْمَهُ، لَقَدْ أَنْذَرَهُ نُوْحٌ قَوْمَهُ وَلَكِنْ سَأَقُوْلُ لَكُمْ فِيْهِ قَوْلاً لَمْ يَقُلْهُ نَبِيٌّ لِقَوْمِهِ، تَعْلَمُوْنَ أَنَّهُ أَعْوَرُ وَأَنَّ اللهَ لَيْسَ بِأَعْوَرَ

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdiri di hadapan manusia menyanjung Allah Subhanahu wa Ta’ala degan sanjungan yang merupakan hak-Nya kemudian menyebut Dajjal dan berkata: “Aku memperingatkan kalian darinya. Tidaklah ada seorang nabi kecuali pasti akan memperingatkan kaum tentang Dajjal. Nuh ‘alaihissalam telah memperingatkan kaumnya. Akan tetapi aku akan sampaikan kepada kalian satu ucapan yang belum disampaikan para nabi kepada kaumnya: Ketahuilah dia itu buta sebelah mata adapun Allah Subhanahu wa Ta’ala tidaklah demikian.”

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:

أَلاَ أُحَدِّثُكُمْ حَدِيْثًا عَنِ الدَّجَّالِ مَا حَدَّثَ بِهِ نَبِيٌّ قَوْمَهُ؟ إِنَّهُ أَعْوَرُ وَإِنَّهُ يَجِيْءُ مَعَهُ بِمِثَالِ الْجَنَّةِ وَالنَّارِ فَالَّتِي يَقُوْلُ إِنَّهَا الْجَنَّةُ هِيَ النَّارُ وَإِنِّي أُنْذِرُكُمْ كَمَا أَنْذَرَ بِهِ نُوْحٌ قَوْمَهُ

“Maukah aku sampaikan kepada kalian tentang Dajjal yang telah disampaikan oleh para nabi kepada kaumnya? Dia buta sebelah mata membawa sesuatu seperti surga dan neraka. Yang dia katakan surga pada hakikat adalah neraka. Aku peringatkan kepada kalian sebagaimana Nabi Nuh ‘alaihissalam memperingatkan kaumnya.”

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:

مَا مِنْ نَبِيٍّ إِلاَّ وَقَدْ أَنْذَرَ أُمَّتَهُ اْلأَعْوَرَ الْكَذَّابَ، أَلاَ إِنَّهُ أَعْوَرُ وَإِنَّ رَبَّكُمْ لَيْسَ بِأَعْوَرَ وَمَكْتُوْبٌ بَيْنَ عَيْنَيْهِ ك ف ر

“Tidak ada seorang nabi pun kecuali memperingatkan umat dari Dajjal. Buta satu mata pendusta. Ketahuilah dia buta. Adapun Rabb kalian tidaklah demikian. Tertulis di antara dua mata Dajjal: ك ف ر -yakni kafir.”

Dalam riwayat lain:

يَقْرَؤُهُ كُلُّ مُؤْمِنٍ كَاتِبٍ وَغَيْرِ كَاتِبٍ

“Bisa dibaca oleh semua mukmin yg bisa baca tulis ataupun tidak.”

Kejadian-Kejadian Sebelum Keluar Dajjal
Banyak kejadian telah dikabarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelang keluar Dajjal. Di antara kejadian-kejadian tersebut:

Banyak yang tewas ketika kaum muslimin melawan Romawi Diriwayatkan dari Yusai bin Jabir: Bertiup angin di Kufah datanglah seorang pria yg ucapan hanyalah: “Ya Abdullah bin Mas’ud kiamat telah datang.” maka beliau duduk dan bersandar kemudian berkata: “Sesungguh kiamat tidak akan terjadi hingga tidak dibagikan lagi warisan dan tidak bergembira dgn ghanimah.” Beliau berisyarat dgn tangan ke arah Syam seraya berujar: “Akan ada musuh yg berkumpul untuk menyerang kaum muslimin maka kaum musliminpun berkumpul untuk melawan mereka.” Aku katakan: “Romawi yg anda maksud?” Beliau menjawab: “Ya. Ketika itu akan terjadi peperangan yg dahsyat. Majulah kaum muslimin siap untuk mati tidak akan kembali kecuali dalam keadaan menang. Bertempurlah kedua pasukan tersebut hingga terhalangi waktu malam. maka kembalilah dua kelompok tersebut tanpa ada pemenang dan pasukan yg siap mati telah tiada. Kemudian maju sekelompok kaum muslimin yg siap untuk mati tidak pulang kecuali dalam keadaan menang. Mereka bertempur hingga sore kemudian kembalilah dua kelompok tersebut tanpa ada pemenang dan pasukan yg siap mati pun habis."

Di hari keempat majulah sisa pasukan kaum muslimin. Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan kemenangan kepada mereka. Mereka membunuh musuh dalam jumlah yg tidak pernah terlihat sebelumnya. Hingga ada seekor burung yg terbang ke arah mereka mati sebelum bisa melintasi semuanya. Ketika itu ada orang2 yg mencari keluarga bapak hanya mendapatkan seorang saja padahal sebelum mereka berjumlah seratus orang. dgn ghanimah seperti apa dia akan gembira? Atau warisan seperti apa dibagikan? Ketika dlm keadaan demikian mereka mendengar sesuatu yg lebih besar dari itu. Datang seseorang yg berteriak Dajjal telah mendatangi keluarga mereka. maka mereka pun membuang ghanimah dari tangan-tangan mereka dan mengirim sepuluh pasukan berkuda sebagai mata-mata. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: ‘Sungguh aku tahu nama-nama mereka dan nama-nama ayah mereka serta warna kuda-kuda mereka. Mereka adalah pasukan berkuda yg terbaik di muka bumi ketika itu atau di antara pasukan berkuda yg terbaik di muka bumi ketika itu’.”

Banyak kemenangan diraih kaum muslimin Dari Nafi’ bin ‘Utbah radhiyallahu ‘anhu: Kami bersama Rasulullah dalam satu peperangan. Datang kepada Nabi satu kaum dari Maghrib memakai pakaian dari wol . Mereka bertemu Rasulullah di sebuah bukit dalam keadaan berdiri sedangkan Rasulullah duduk. Batinku berkata: ‘Datangilah mereka dan berdirilah antara mereka dgn Rasulullah agar jangan sampai mereka menculik Rasulullah’. Kemudian aku berkata : ‘Mungkin beliau ingin berbicara khusus bersama mereka.’ Aku pun mendatangi mereka dan duduk di antara Rasulullah dan mereka. Aku hafal dari beliau empat kalimat aku hitung dgn jariku. Beliau berkata: ‘Kalian akan berperang melawan jazirah Arab dan Allah berikan kemenangan kepada kalian. Kemudian memerangi Persia dan kalian pun menang. Kalian memerangi Romawi kalian pun diberikan kemenangan oleh Allah. Dan kemudian kalian berperang melawan Dajjal Allah juga memberikan kemenangan utk kalian.”

Kaum Muslimin menguasai Konstantinopel Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: “Tidak akan terjadi hari kiamat hingga orang Romawi datang di A’maq atau Dabiq . Keluarlah pasukan dari Madinah untuk menghadapi mereka. Mereka adl di antara penduduk bumi yg terbaik ketika itu. Ketika mereka telah berhadapan orang Romawi berkata: ‘Biarkanlah kami memerangi orang2 yg telah ditawan dari kaum kami.’ Kaum muslimin berkata: ‘Tidak kami tidak akan membiarkan kalian memerangi saudara kami.’ Akhir mereka pun bertempur. Larilah sepertiga pasukan yg Allah tidak akan memberi taubat kepada mereka sepertiga pasukan muslimin terbunuh dan mereka adalah syuhada yg paling afdhal di sisi Allah sepertiga pasukan lagi yg tersisa mendapat kemenangan dan mereka tdk akan terkena fitnah selamanya. Mereka menguasai Konsthantiniyah . Ketika mereka tengah membagi rampasan perang dan telah menggantungkan pedang mereka di pohon zaitun berteriaklah setan: ‘Masihid telah mendatangi keluarga kalian.’ Mereka pun keluar padahal itu adl berita batil. Ketika mereka sampai di Syam keluarlah Dajjal.”

Dajjal keluar ketika telah sedikit orang Arab Dari Ummu Syarik radhiyallahu ‘anha beliau mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:

لَيَفِرَّنَّ النَّاسُ مِنَ الدَّجَّالِ فِي الْجِبَالِ. قَالَتْ أُمُّ شَرِيْكٍ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، فَأَيْنَ الْعَرَبُ يَوْمَئِذٍ؟ قَالَ: هُمْ قَلِيْلٌ

“Sungguh manusia akan melarikan diri dari Dajjal ke gunung-gunung.” Ummu Syarik berkata: “Ya Rasulullah di mana orang2 Arab ketika itu?” Beliau menjawab: “Mereka sedikit.”
Sebelum keluar Dajjal manusia tertimpa tiga paceklik yg dahsyat sehingga mereka mengalami kelaparan. Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan langit di tahun pertama untuk menahan sepertiga hujan memerintahkan bumi untuk menahan sepertiga tumbuhannya. Kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala perintahkan langit di tahun kedua untuk menahan dua pertiga hujan dan memerintahkan tanah untuk menahan dua pertiga tanamannya. Selanjut Allah Subhanahu wa Ta’ala perintahkan langit di tahun ketiga menahan semua hujan tidak ada yg turun satu tetespun dan memerintahkan tanah untuk menahan semua tumbuh-tumbuhan.

Dajjal Merupakan Cobaan yang Terbesar
Dajjal merupakan cobaan paling besar yg menimpa manusia di dunia. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Wahai manusia sesungguh tidak ada makhluk di muka bumi ini sejak Allah menciptakan Adam sampai hari kiamat yg fitnah lbh besar daripada Dajjal.”

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:

مَا بَيْنَ خَلْقِ آدَمَ إِلَى قِيَامِ السَّاعَةِ خَلْقٌ أَكْبَرُ مِنْ الدَّجَّالِ

“Tidak ada antara penciptaan Adam dan hari kiamat makhluk yg lebih besar dari Dajjal .”

Lama Tinggal Dajjal di Bumi
Dalam hadits An-Nawwas bin Sam’an radhiyallahu ‘anhu disebutkan:

قُلْنَا: يَا رَسُوْلَ اللهِ وَمَا لَبْثُهُ فِي اْلأَرْضِ؟ قَالَ: أَرْبَعُوْنَ يَوْمًا، يَوْمٌ كَسَنَةٍ وَيَوْمٌ كَشَهْرٍ وَيَوْمٌ كَجُمُعَةٍ وَسَائِرُ أَيَّامِهِ كَأَيَّامِكُمْ

“Kami berkata: ‘Ya Rasulullah berapa lama Dajjal tinggal di bumi?’ Rasulullah berkata: ‘40 hari. Satu hari seperti satu tahun kemudian seperti sebulan kemudian seperti sepekan kemudian hari-hari lain seperti hari kalian sekarang’.”

Sebab Keluar Dajjal
Sebab adalah karena satu amarah. Ummul Mukminin Hafshah bintu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata kepada Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma: “Tidakkah kau tahu bahwasa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:

إِنَّمَا يَخْرُجُ مِنْ غَضْبَةٍ يَغْضَبُهَا

“Dia keluar hanyalah karena satu amarah yg ia rasakan.”

Tempat keluar Dajjal
Diriwayatkan dari An-Nawwas bin Sam’an radhiyallahu ‘anhu: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menyebutkan perkara Dajjal pada satu hari. Beliau merendahkan dan kadang mengeraskan suara hingga kami menyangka dia ada di pojok kebun korma. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:

غَيْرُ الدَّجَّالِ أَخْوَفُنِي عَلَيْكُمْ إِنْ يَخْرُجْ وَأَنَا فِيْكُمْ فَأَنَا حَجِيْجُهُ دُوْنَكُمْ وَإِنْ يَخْرُجْ وَلَسْتُ فِيْكُمْ فَامْرُؤٌ حَجِيْجُ نَفْسِهِ وَاللهُ خَلِيْفَتِي عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ إِنَّهُ شَابٌّ قَطَطٌ عَيْنُهُ طَافِئَةٌ كَأَنِّي أُشَبِّهُهُ بِعَبْدِ الْعُزَّى بْنِ قَطَنٍ، فَمَنْ أَدْرَكَهُ مِنْكُمْ فَلْيَقْرَأْ عَلَيْهِ فَوَاتِحَ سُوْرَةِ الْكَهْفِ، إِنَّهُ خَارِجٌ خَلَّةً بَيْنَ الشَّامِ وَالْعِرَاقِ فَعَاثَ يَمِيْنًا وَعَاثَ شِمَالاً، يَا عِبَادَ اللهِ فَاثْبُتُوا

“Selain Dajjal lebih aku takutkan kalian. Karena jika Dajjal keluar dan aku masih ada di antara kalian niscaya aku akan menjadi pelindung kalian. Jika dia keluar ketika aku telah tiada maka tiap muslim akan menjadi pembela diri sendiri. Allah yg akan menjaminku membela tiap muslim. Dia adl seorang pemuda yg sangat keriting mata tidak ada cahaya aku mengira dia mirip dengan Abdul ‘Uzza bin Qathan. Barangsiapa di antara kalian mendapati bacalah awal surat Al-Kahfi. Dia akan keluar dari jalan antara Syam dan Irak berjalan ke kiri dan ke kanan. Wahai hamba-hamba Allah istiqamahlah.”

Negeri yang Tidak Dimasuki Dajjal
Tidak ada satu negeri pun di bumi ini kecuali akan didatangi dan dikuasai Dajjal kecuali Makkah dan Madinah. Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu menceritakan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:

لَيْسَ مِنْ بَلَدٍ إِلاَّ سَيَطَؤُهُ الدَّجَّالُ إِلاَّ مَكَّةَ وَالْمَدِينَةَ وَلَيْسَ نَقْبٌ مِنْ أَنْقَابِهَا إِلاَّ عَلَيْهِ الْمَلاَئِكَةُ صَافِّيْنَ تَحْرُسُهَا فَيَنْزِلُ بِالسِّبْخَةِ فَتَرْجُفُ الْمَدِيْنَةُ ثَلاَثَ رَجَفَاتٍ يَخْرُجُ إِلَيْهِ مِنْهَا كُلُّ كَافِرٍ وَمُنَافِقٍ

“Tidak ada satu negeri pun kecuali akan didatangi Dajjal kecuali Makkah dan Madinah. Tidak ada satu celah pun di negeri tersebut kecuali ada malaikat yg menjaganya. Kemudian Dajjal datang ke suatu daerah -di luar Madinah- yg tanah bergaram. Bergoyanglah Madinah tiga kali Allah keluarkan dgn sebab semua orang non muslim dan munafiq dari Madinah.”

Di antara negeri yg tdk didatangi Dajjal adl Baitul Maqdis dan bukit Tursina. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: “Dia akan tinggal selama 40 hari mendatangi semua tempat kecuali empat masjid: Masjidil Haram Masjid Madinah Bukit Tursina dan Masjidil Aqsha .”

Siapa Yang Berhasil Membinasakan Dajjal ?
Setelah Dajjal tinggal di bumi 40 hari Allah Subhanahu wa Ta’ala pun menurunkan Nabi ‘Isa ‘alaihissalam. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:

يَخْرُجُ الدَّجَّالُ فِي أُمَّتِي فَيَمْكُثُ أَرْبَعِيْنَ يَوْمًا فَيَبْعَثُ اللهُ عِيْسَى ابْنَ مَرْيَمَ كَأَنَّهُ عُرْوَةُ بْنُ مَسْعُوْدٍ فَيَطْلُبُهُ فَيُهْلِكُهُ

“Dajjal keluar di antara umatku selama 40 hari kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala mengutus Isa bin Maryam ‘alaihissalam yg mirip dgn ‘Urwah bin Mas’ud. ‘Isa ‘alaihissalam mencari dan membunuhnya.”

Dalam riwayat lain:

فَيَطْلُبُهُ حَتَّى يُدْرِكَهُ بِبَابِ لُدٍّ فَيَقْتُلُهُ

“Dajjal dikejar oleh Nabi ‘Isa ‘alaihissalam hingga mendapatkan di Bab Ludd . Beliau pun membunuhnya.”

Dalam hadits lain:

فَإِذَا رَآهُ عَدُوُّ اللهِ ذَابَ كَمَا يَذُوْبُ الْمِلْحُ فِي الْمَاءِ فَلَوْ تَرَكَهُ لَانْذَابَ حَتَّى يَهْلِكَ وَلَكِنْ يَقْتُلُهُ اللهُ بِيَدِهِ فَيُرِيْهِمْ دَمَهُ فِي حَرْبَتِهِ

“Ketika musuh Allah Subhanahu wa Ta’ala melihat Nabi ‘Isa ‘alaihissalam melelehlah sebagaimana garam meleleh di air. Seandai dibiarkan niscaya akan meleleh hingga binasa akan tetapi Allah membunuh melalui tangan ‘Isa ‘alaihissalam memperlihatkan darah kepada mereka di tombak Nabi ‘Isa ‘alaihissalam.”

Inilah sekelumit permasalahan Dajjal yg perlu kita ketahui dan imani. Mudah-mudahan Allah Subhanahu wa Ta’ala menjaga kita dari fitnah Dajjal dan menambah keimanan kita.

Wallahu a'lam
0 Komentar untuk "Tanda-Tanda Akhir Zaman "

Back To Top